Pemeriksaan Darah secara Rutin Untuk Kesehatan Ibu Hamil Muda

esehatan ibu hamil mudaMemang lumrah kalau seorang Ibu hamil muda yang baru pertama kali hamil dag dig dug menjelang kelahiran pertama. Keinginan untuk memperoleh keturunan yang sehat tentu saja dambaan setiap keluarga. Pemeriksaan yang harus dilakukan adalah pemeriksaan fisik dan pemeriksaan darah. Pemeriksaan fisik meliputi: bobot badan, tekanan darah, tinggi perut (fundus), denyut jantung janin, udema atau bengkak pada kaki, ukuran dan letak janin.

Peningkatan bobot badan ibu hamil yang normal adalah sekitar 0,5 kg per minggu atau 6,5 sampai 16 kg selama kehamilan. Bila lebih atau kurang dari itu ada kemungkinan masalah pada kesehatan ibu hamil dan atau janinnya.  Tekanan darah ibu hamil perlu diketahui. Ibu hamil tidak boleh mempunyai tekanan darah sistolik melebihi dari 140 mmHg.

Bila hal ini terjadi maka ada kemungkinan ia menderita hipertensi dalam kehamilan yang disebut preeklampsia atau eklampsia. Ketinggian fundus akan meningkat sesuai dengan usia kehamilan.  Denyut jantung janin yang normal adalah antara 120–160x/menit. Bila denyut jantung janin kurang atau lebih dari normal maka perlu tindakan tertentu. Bila tidak ada denyut jantung samasekali, maka kemungkinan besar janin sudah tidak bernyawa. Keadaan ini perlu dipastikan dengan pemeriksaan menggunakan alat USG.

Pembengkakan pada kaki ibu hamil ada yang normal dan ada yang sebaliknya. Pemeriksaan ini perlu diperiksa secara berkala. Kadang-kadang ada hubungannya dengan keadaan preeklampsia. Pemeriksaan ukuran dan letak janin diperlukan untuk mengetahui apakah janin normal atau tidak serta letak yang normal, melintang atau sungsang. Perdarahan bila sedikit pada awal kehamilan mungkin normal atau sebaliknya. Begitu juga pada bagian akhir masa kehamilan.

Keadaan yang tidak normal inilah yang sering terjadi. Adalagi pemeriksaan lain selain yang Ibu tanyakan di atas. Pemeriksaan tersebut antara lain adalah tes amniosintesis, golongan darah dan faktor Rhesus, pemeriksaan infeksi oleh virus-virus tertentu, dan lain-lain.

Pentingkah Pemeriksaan darah untuk ibu hamil?

Pemeriksaan darah untuk ibu hamil memang diperlukan untuk mengetahui kesehatan Ibu hamil muda. Ibu hamil sehat tentu akan lebih memungkinkan melahirkan bayi yang sehat pula. Pemeriksaan memang diperlukan bila memang ada indikasi untuk itu.

Pemeriksaan gula darah biasanya adalah pemeriksaan  atau test toleransi glukosa darah. Pengujian ini perlu untuk mengetahui apakah Ibu mengalami sakit gula atau tidak. Ibu hamil mungkin mengalami sakit gula atau diabetes mellitus gestasional. Ibu hamil berusia di atas 35 tahun, gemuk sekali, pernah mengalami sakit gula, atau pernah mengalami sakit gula pada masa kehamilan sebelumnya disarankan untuk melakukan pemeriksaan ini.

Kalau memang positif diabetes, ia wajib  menjalankan  diet diabetes dan minum tablet antidiabet. Kalau kadar gula darah terlalu tinggi, mungkin Ibu perlu dirawat untuk diberikan suntikan insulin.

Hematokrit adalah persentase jumlah sel darah merah dalam darah. Hematokrit 26% berarti ada 26 mililiter sel darah merah dalam 100 mililiter darah. Rendahnya hematokrit berarti kurang darah atau anemia. Penyebabnya antara lain karena beberapa hal: trauma seperti luka, pembedahan, perdarahan dan kanker kolon; kekurangan zat gizi seperti zat besi, vitamin B12 dan asam folat; masalah tulang punggung atau hemoglobin yang tidak normal.

Sedangkan bila hematokrit lebih tinggi mungkin terjadi pada perokok kronis atau hal yang normal untuk mereka  yang tinggal di daerah yang tinggi. Beberapa kasus lain yang mungkin menyebabkan hematokrit yang tinggi adalah pada penderita penyakit paru, tumor tertentu, gangguan tulang punggung, dan lain-lain.

Pemeriksaan darah ibu hamil ini diperlukan bila ada hal-hal yang mencurigakan seperti yang dijelaskan di atas. Bila tidak ada, ya pemeriksaan ini tidak begitu penting untuk memastikan kesehatan ibu hamil dan keadaan janin dalam kandungan. Info lengkapnya kunjungi: griyabunda.com

Advertisements